Gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat desa dalam membangun lingkungan. Salah satu contohnya adalah kegiatan perbaikan jalan lingkungan desa yang dilakukan secara swadaya oleh warga. Jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang kini diperbaiki bersama-sama demi kelancaran aktivitas sehari-hari.
Warga desa membawa alat seadanya seperti cangkul, sekop, dan ember, sementara sebagian lainnya menyediakan konsumsi. Kegiatan ini biasanya dikoordinasikan oleh kepala dusun atau ketua RT. Selain memperbaiki infrastruktur, gotong royong juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Jalan desa yang baik memudahkan akses ke sawah, sekolah, dan pasar. Dengan adanya perbaikan jalan, roda perekonomian desa pun ikut meningkat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi ciri khas pembangunan desa yang berkelanjutan.