You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Cinunuk
Desa Cinunuk

Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat

# Ayo Dulur, Disiplin Protokol Kesehatan, Patuhi 5 M ---> 1. Memakai Masker 2.Mencuci Tangan Dengan Menggunakan Sabun 3. Menjaga Jarak 4. Menjauhi Kerumunan 5. Membatasi Mobilitas & Interaksi

Gercep Tangani Longsor Tebing di Cinunuk dan TPT Ambrol di Cibiruhilir, Tapi Harus Ditindaklanjuti

Redaksi 06 Desember 2023 Dibaca 6.399 Kali
Gercep Tangani Longsor Tebing di Cinunuk dan TPT Ambrol di Cibiruhilir, Tapi Harus Ditindaklanjuti

CINUNUK,KIM Desa Cinunuk. Sejumlah pihak dinilai gerak cepat (gercep) tangani longsor tebing sepanjang 15 meter di Kampung Sukamantri RT 01/RW 16, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (5/12/2023) pagi.

Sejumlah pihak yang turun tangan di antara aparat Kecamatan Cileunyi, perangkat Desa Cinunuk, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PSM Cileunyi, pengurus RW 16 dan puluhan warga. Termasuk BPBD dan Dinsos Kabupaten Bandung.

Kades Cinunuk Edi Juarsa didampingi Ketua RW 16 Iman Suharyanta di lokasi longsor mengatakan, penanganan sementara dengan melakukan membersihan material longsor yang menutupi sungai dan disekitar tebing secara manual dan dikerjabaktikan.

"Upaya membersihkan material longsoran yang menutupi sungai prioritas karena khawatir menyumbat saluran yang berdampak terjangan banjir," kata Edi.

Menurut Edi, penanganan selanjutnya oleh pihak BPBD dan DPUTR Kabupaten Bandung. Tadi kata Edi, pihak BPBD telah melakukan assesment dan telah memberikan bantuan 300 karung, skop 5 buah dan cangkul 5 buah

"Berharap pihak BPBD dan DPUTR Kabupaten Bandung segera menindaklanjutinya dan menanganinya karena ternyata ada 4 rumah terdampak dan terancam pascalongsor,"tutup Edi.

Diberitakan, tebing sepanjang 15 meter dengan tinggi 3 meter longsor di Kampung Sukamantri RT 01/RW 16, Desa Cinunuk, Kecamatan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (4/12/2023) sore.

Tebing yang longsor akibat tembok penahan tanah (TPT) ambrol ini, selain meterial longsoran menutupi sungai, 3 rumah pun terancam ambrol karena pundasinya tergerus longsoran.

Bahkan, jika hujan terus mengguyur, selain rumah kini terancam ambrol, kolam pemancingan dah pesasan terancam diterjang banjir jika hujan. Pasalnya, sungai dibawah tebing tertutup material longsoran.

Kadus 3 Entis Sutisna, Ketua RW 16 Iman Suharyanta, Sekretaris RW 16 Atun Faturohman dan Ketua RT 01 RW 16 Oman bersama warga hingga Senin (4/12/2023) petang masih di lokasi kejadian melakukan pemantauan dan pengamanan khawatir ada lingsoran.

"Kejadiannya sekitar pukul 15.00 saat hujan lebat. Tidak ada korban luka atau pun jiwa, namun 3 rumah diatas tebing terancam ambrol karena sebagian pundasinya tergerus longsor,"terang Atun yang juga Ketua Bumdes Cinunuk ini.

Menurut Atun, kejadian longsor di tempat tersebut untuk ketiga kalinya. Ketiga rumah yang terancam ambrol milik Yaya, Asep dan Oman (Ketua RT 01), termasuk kolam pemancingan milik Oman juga terancam diterjang banjir juga karena saluran air (sungai) kini tertutup meterial longsoran.

"Kami sudah lapor ke desa dan sudah dikontrol. Kami berharap segera ada penanganan khawatir ada longsor susulan yang mengancam 3 rumah,"tutur Atun.

TPT Sungai Cipariuk Ambrol

Sementara itu, setelah tebing sepanjang 15 meter di Kampung Sukamantri RT 01/RW 16, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung longsor, sebelumnya tembok penahan tanah (TPT) Sungai Cipariuk pun ambrol.

TPT Sungai Cipariuk yang ambrol tersebut di perbatasan antara RW 11 dan RW 14 Bumi Harapan, Desa Cibiruhilir, Kecamatan Cileunyi.

Kades Cibiruhilir, Dadang Silahudin ketika dikonfirmasi membenarkan ambrol nya TPP di Sungai Cipariuk tersebut. "Kejadiannya, Minggu (3/12/2023) sore. Panjang TPT 7 meter tinggi 3 meter," kata Adang kepada KIM Desa Cinunuk, Selasa (5/12/2023).

Menurut Adang, pihak dinas terkait, baik dari kecamatan DPUTR dan BPBD telah meninjau lapangan dengan melakukan assesment. Hanya kata Adang penanggulangan sementara secara manual oleh Pemdes serta warga.

Sebelumnya, tebing sepanjang 15 meter di Kampung Sukamantri RT 01/RW 16, Desa Cinunuk longsor. Material longsoran dari tebing sepanjang 15 meter dan tinggi 3 meter ini, selain menutupi sungai, 4 rumah pun yang ada atas tebing terancam ambrol. Termasuk kolam pemancingan dan pesawahan terancam terjangan banjir.

Dinas terkait baik, dari Kacamatan Cileunyi, BPBD, DPUTR Dinsos Kabupaten dan Pemdes Cinunuk gerak cepat (gercep) meninjau ke lokasi untuk mengecek dan assesment. 

Namun dinas terkait dari Pemkab Bandung yang cek lokasi dan assesment dipertanyakan kelanjutannya. Pasalnya, cek lokasi bencana dari dinas terkait hanya sebatas assesment.

"Saat ini, penanggulangan longsor tebing di Kampung Sukamantri ditangani sementara oleh desa menggunakan anggaran darurat bencana secara manual. Berharap baik BPBD dan DPUTR bisa menindaklanjutinya," kata Kades Cinunuk Edi Juarsa.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat di Desa Cinunuk membenarkan jika ada bencana alam, baik banjir, longsor dan puting beliung atau pun tanah amblas dinas terkait hanya sebatas ngontrol dan tidak ada tindaklanjutnya. Meski ada bantuan hanya ala kadarnya.

"Longsor di Kampung Sukamantri RW 16, Desa Cinunuk sudah dua kali. Dua kejadian tersebut dinas terkait hanya ngontrol dan assesment tidak ada tindak lanjut. Termasuk tanah amblas di rumah warga RW 05, Desa Cinunuk hingga saat ini belum tersentuh," kata sejumlah tokoh masyarakat.(KIM Desa Cinunuk).

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image