• Jl. Raya Cinunuk No.725 Cileunyi
  • 022-7815595
  • info@cinunuk.desa.id
INFO
  • # Ayo Dulur, Disiplin Protokol Kesehatan, Patuhi 5 M ---> 1. Memakai Masker 2.Mencuci Tangan Dengan Menggunakan Sabun 3. Menjaga Jarak 4. Menjauhi Kerumunan 5. Membatasi Mobilitas & Interaksi

Tercium Bau, Iwan Warga Bumi Langgeng Cimekar Ditemukan Meninggal

27 April 2021 Redaksi Berita Lokal Dibaca 578 Kali

CINUNUK. KIM Desa Cinunuk. Warga Komplek Bumi Langgeng Blok 22 RT 04 RW 22 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung gempar menyusul salah seorang warga ditemukan meninggal dirumahnya. 

Peristiwa ditemukannya Iwan Ridwan Ganefi (58) sudah meninggal 

Senin (26-4-2021) sekitar pukul 19.30 WIB ini dirumahnya Blok 22 No 19. Saat ditemukan, mayat Iwan sudah tercium bau terbujur kaku diatas kasur busa, diruang tamu. Posisi mayat korban terlentang. 

Orang yang pertama kali melihat kejadian tersebut Aep Saeful (48) tetangganya. Malam itu Aep memeriksa rumah korban yang sering sendirian dirumahnya karena istrinya kerap keluar kota berdagang. Sementara 2 anaknya berada di Bandung dan Tasik. Saat dilihat dari teras rumahnya, Aef melihat korban terlentang di atas kasur busa di ruang tamu yang kedua kakinya sudah bengkak. Aef menduga korban sudah meninggal. Aef selanjutnya menghubungi Dede Rohana Ineu (52), istri korban melalui HP. Setelah istri korban datang dan masuk ke rumah, benar korban sudah meninggal. "Kami yakin meninggalnya korban yang asal Garut ini karena penyakit yang dideritanya. Pasalnya di sekujur tubuh korban meski sudah mengeluarkan baru dan kedua kakinya bengkak, tak ada luka-luka mencurigakan. Kami menduga korban meninggal sudah 2 atau 3 hari," tutur sejumlah tetangga korban. Sementara itu Kapolsek Cileunyi Wahyo S.H ketika dikonfirmasi Selasa (27-4-2021) membenarkan ada salah seorang warga Bumi Langgeng ditemukan meninggal di rumahnya. "Tadi malam kami hingga pukul 01.00 berada di TKP. Salain mengolah TKP dan mengevakuasi korban, sejumlah saksi termasuk istri korban telah dimintai keterangan," kata Wahyo. Menurut Wahyo, setelah oleh TKP, meminta keterangan dan memeriksa jenazah korban tidak ditemukan luka bekas tanda kekerasan. Korban kata Wahyo, meninggal karena sakit yang dideritanya dan kebetulan korban tengah sendirian di rumahnya.

"Keluarga korban menolak jenazah korban diautopsi. Penolakan ini dituangkan dalam surat pernyataan keberatan untuk autopsi dengan alasan korban punya riwayat penyakit jantung dan struk. Korban akan memakamkan di pemakaman keluarga di Garut," terang Wahyo.(KIM)

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar